Mari kita lindungi buah Hati kita

Rizeni
Thu, 18 May 2006 21:53:05 -0700

Kiriman dari teman…
mungkin buat mengingatkan kita aja..
bukan untuk diperdebatkan.
Ignore email ini, kalau udah pernah dapat.
Regards
(YENTI – mama VARI)
Sementara itu anak-anak kita/Enam puluh juta banyaknya Dihantam kekerasan pornografi/Dua ratus ribu website syahwat Novel dan komik cabul/Dua puluh juta keping VCD biru/Akibatnya anak SMP yang menontonnya/Memperkosa anak SD/Pergi ke PSK/Dan mereka ini tidak dilindungi/Generasi ini tidak dilindungi
Itulah salah sebait puisi Taufiq Ismail yang berjudul Gerakan Syahwat Merdeka yang dibacakannya dalam acara silaturahim Tim Pengawal RUU APP di kediaman Ida Hasyim Ning, Cikini Raya, Jakarta, Rabu (17/5) malam. Sebait puisi di atas menggambarkan gelegak industri pornografi dan dampaknya bagi generasi muda harapan bangsa.
Untaian kalimat indah nan galau itu, diperkuat paparan hasil riset pornografi dan pornoaksi oleh Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia, Inke Maris. Betapa kini, kata dia, anak-anak mendapat berkah kemajuan teknologi. Tapi teknologi, selain membawa kemajuan, juga membawa ‘sampah pornografi’ yang memangsa anak-anak.
Survei-survei, kata mantan presenter itu, telah membuktikannya. Survei BKKBN, misalnya. Pada tahun 2002, lembaga pemerintah itu melakukan survei terhadap 2.880 remaja usia 15-24 tahun di enam kota di Jawa Barat. Hasilnya, sebanyak 39,65 persen pernah berhubungan seks sebelum nikah. Hasil survei Center for Human Resources Studies and Devlopment FISIP Unair, Surabaya, terhadap 300 responden remaja usia 15-19 tahun juga tak kalah mengejutkan: 56,5 persen remaja pria pernah melihat film porno dan 18,4 persen remaja putri pernah membaca buku porno.
Yang menyedihkan, dari data survei Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap 1.705 responden di Jadebotabek pada 2005, lebih dari 80 persen anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi. Usia murid kelas 4-6 itu mayoritas (25 persen), mendapatkan materi pornografi melalui handphone, situs pornografi di internet (20 persen), dan majalah serta film/VCD/DVD (masing-masing 12 persen).
Engkau menampaknya, saya menampaknya/Beberapa ratus orang, beberapa ribu orang/Dengan gegap gempita/Mendorong gerbong/Masyarakat permissif Komunitas addiktif/Menolak untuk diatur….
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s