Agama, Solusi Bahaya Era Digital Bagi Anak

Thursday, 11 December 2008 22:47 Nasional
Barang orangtua menyediakan anak-anak mereka HP, komik, internet dan game. Padahal, media tersebut menyediakan unsur pornografi

Hidayatullah.com–Di era digital, teori global village yang dikatakan Friedman dalam buku The World is Flat terbukti. Global village telah menyebabkan dunia tidak memiliki tapal batas sedikit pun. Berita yang terjadi di kutub selatan akan terekspos hanya dalam hitungan menit. Tidak hanya informasi, segala jenis budaya, nilai, idiologi, dan pornografi akan dikonsumsi dengan menggunakan internet, TV, HP, dan majalah. Media itulah, yang kini sedang menggerus habis masa depan anak.

Pernyataan tersebut disampaikan psikolog Elly Risman dalam seminar “Smart Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh Dalam Era Digital” di Restoran Nur Pasific Surabaya pada (11/12) kemarin.

“Masa depan anak sekarang dalam bayang-bayang teror digital. Jika anak tidak hati-hati menggunakannya, akan berakibat fatal,” kata Elly Risman. Mengenai hal itu, Elly Risman menyayangkan orangtua yang kurang berhati-hati dalam memberikan kebebasan kepada anak terhadap tekhnologi.

“Anak diberi HP, disediakan internet, dibelikan game dan komik tanpa seleksi dan pengarahan. Padahal, media tersebut menyediakan unsur-unsur pornografi,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Risman membiarkan anak hidup sendiri dalam era digital tanpa bimbingan sama halnya melepas anak di kandang macam. “Jika hal ini diberiarkan, maka akan merusak psikif, fisik dan moral anak,” ujarnya.

Sedikitnya menurut Elly Risman ada empat jenis media yang harus diwaspadai penggunaanya oleh anak.

Pertama komik. Banyak komik anak yang mengandung unsur pornografi. Salah satunya Naruto dan Nakayoshi. Dalam pantauan Risman, jenis pornografi yang disajikan oleh komik tidak hanya sekedar sex, namun juga homeksual dan lesbian. Tidak sekedar itu, menurut Risman dalam komik, juga kerap diberikan bagaiamana cara nge-seks di kamar mandi, mobil dan tempat lainnya.

“Dan hal itu, kebanyakan tidak disadari oleh kebanyakan orang tua,”tuturnya.

Kedua game. Menurutnya, banyak orangtua yang menyediakan game untuk anaknya. Padahal dengan bermain game, dengan durasi 15 jam perminggu, sebagaimana yang dilansir Harris Interactive researceh on line, anak akan kencanduan pathologis. Selain itu, menyebabkan terjadinya Repetitive Strain Injury (RSI), mengikis lutein pada retina mata dan menyebabkan kejang-kejang (Nintendo epilepsy).

Ketiga film. Sangat sedikit program TV dan film yang aman ditonton anak. Sperti film Buruan Cium Gue (BCG), Married By Accident (BMA), Making Love (ML), DO, Kawin Kontrak dan sejumlah film yang disutradarai Rampunjabi selalu mengekspos seksualitas. Hal ini, menurut Risman telah mengakibatkan anak remaja melakukan sex di luar nikah. Padahal, film tersebut ditonton ratusan juta anak muda Indonesia.

Keempat internet dan HP. Internet merupakan media paling lengkap yang mudah dikases oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk pornografi. Internet adalah perpustakaan pornografi. Menurut Risman, bidikan internet adalah pasar anak. Anak menjadi future market, yang akan menjadi pecandu pornografi seumur hidup. Akibat candu pornografi, anak akan kerusakan permanen dalam otak atau visual crack cocain / erototoksin yang belum ditemukan obatnya di Indonesia.

Untuk mencegah terjadinya dampak negatif dunia digital bagi otak anak, Risman memberikan beberapa solusi. Yaitu, jelaskan dampak negatif era digital terhadap anak dengan cara tanamkan pondasi agama yang kuat terhadap anak, berikan alternatif permainan yang lebih menantang, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas dengan anak dan buatlah hidup mereka lebih bermakna. [anshor/www.hidayatullah.com]

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s